FOKUS MENTERI ESDM BARU

Arifin Tasrif, Mantan Duta Besar Indonesia untuk Jepang dan mantan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, ditunjuk sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang baru menggantikan pendahulunya, Ignasius Jonan. Arifin manyampaikan bahwa ia  siap menerima segala masukan konstruktif untuk menyelesaikan sejumlah tantangan di sektor ESDM yang ia pimpin.

Tugas berat telah menunggu Arifin Tasrif,  dari mulai lesunya investasi migas, rendahnya rasio penyebaran elektrifikasi ke daerah pelosok,  program BBM satu harga yang masih jalan ditempat, target penggunaan energi baru terbarukan nasional sebesar 23% di tahun 2025 hingga revisi Undang-Undang Mineral dan Batu bara (Minerba) dan UU Minyak dan Gas (Migas) yang tak kunjung selesai.Dari setumpuk masalah yang akan dihadapinya, Arifin menympulkan bahwa defisit neraca perdagangan yang dihadapi Indonesia saat ini merupakan priotas utamanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat defisit neraca perdagangan migas naik 42 persen menjadi US$1,43 miliar secara bulanan pada September 2019.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik desisit neraca perdagangan migas September 2019 meningkat 42% menjadi US$ 1,43 miliar dari bulan sebelumnya. Defisit ini merupakan yang ke 55 bulan secara beruntun. Permintaan impor bahan bakar minyak (BBM) yang tetap tinggi menjadi penyebab defisitnya neraca perdagangan migas nasional

Kebutuhan BBM dalam negeri yang tidak mampu dipenuhi dari kilang domestik membuat pemerintah harus mendatangkan produk minyak dari luar negeri dalam 4,5 tahun terakhir. Nilai impor migas Indonesia periode Januari-September 2019 mencapai US$ 24,97 miliar, sementara nilai ekspor hanya US$ 14,23 miliar.

Defisit neraca perdagangan migas periode Januari-September 2019 mencapai US$ 10,74 miliar atau setara Rp 150 triliun, melonjak 62,74% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$6,5 miliar. Defisit neraca perdagangan migas dalam sembilan bulan pertama tahun ini bahkan telah melebihi defisit periode Januari-Desember 2018 yang mencapai US$ 8,57 miliar.

Secara umum, nilai impor migas memang turun, namun hal ini tidak didukung oleh kenaikan nilai ekspor hasil olahan migas, malahan nilai ekspor turun jauh lebih ekstrim.

Oleh karena itu, Arifin Tasrif sebagai pemangku jabatan tertinggi di Kementerian ESDM,diharapkan dapat membuat kebijakan dan rencana matang demi memangkas defisit neraca perdagangan migas yang saat ini cukup mengkhawatirkan, dengan mempermudah investasi dan perizinan, menggalakkan eksplorasi untuk menemukan cadangan migas baru, memacu pasar domestik untuk meningkatkan nilai ekspor dari barang produksi olahan migas ataupun inovasi lain yang dapat mendukung sasaran-sasaran utamanya di bidang energi dan sumber daya nasional agar ketergantunag terhadap impor energi semakin berkurang.

Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/news/20191028153948-4-110724/dapat-anggaran-rp-97-t-ini-fokus-kerja-arifin-di-esdm

https://bisnis.tempo.co/read/1263627/menteri-esdm-arifin-tasrif-fokus-tekan-defisit-neraca-perdagangan/full&view=ok

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20191023123247-85-442123/setumpuk-pr-arifin-tasrif-menteri-esdm-pengganti-jonan

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/10/16/defisit-neraca-dagang-migas-januari-september-2019-membengkak

6 November 2019